Tembus Target, Realisasi Investasi 2023 Capai Rp 1.418 Triliun

Rabu, 24 Januari 2024 – 13:06 WIB

Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia melaporkan, capaian realisasi investasi sepanjang tahun 2023 berhasil mencapai angka Rp 1.418,90 triliun. Angka tersebut melampaui target Rp 1.400 triliun sebagaimana yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :

Bahlil Sindir Thomas Lembong, Target Investasi Zaman Jadi Kepala BKPM Ada yang Tak Tercapai

“Di tahun 2023, Bapak Presiden menaikkan target kami menjadi Rp 1.400 triliun, dan di RPJMN sebesar Rp 1.099 triliun. Alhamdulillah tercapai sebesar Rp 1.418,90 triliun,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Kinerja Investasi Tahun 2023 di kantornya, Rabu, 24 Januari 2024.

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/Realisasi Investasi.

Baca Juga :

Ganjar Tak Masalah Menteri Dukung Prabowo-Gibran, Ada Tapinya

“Ini terjadi karena bantuan teman-teman wartawan, untuk memberitakan hal-hal positif di bangsa kita,” ujarnya.

Bahlil merinci, capaian realisasi investasi sebesar Rp 1.418,90 triliun di 2023 itu, antara lain terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 674,9 triliun, dengan porsi 47,6 persen dari total realisasi investasi di 2023. Sementara realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 744 triliun, atau 52,4 persen dari total realisasi investasi di 2023.

Baca Juga :

Bantu Merealisasikan Masa Depan Cerah Generasi Muda, BRI Sediakan Berbagai Fitur Investasi di BRImo

Dari sebaran wilayah, Bahlil mencatat bahwa realisasi investasi 2023 masih didominasi oleh capaian di Luar Pulau Jawa. Yakni mencapai Rp 730,8 triliun, atau berkontribusi sekitar 51,5 persen dari total realisasi investasi di 2023.

“Sementara di Pulau Jawa sendiri, realisasi investasinya mencapai Rp 688,1 triliun, atau setara dengan 48,5 persen dari total investasi 2023,” ujar Bahlil.

Secara lokasi, Bahlil menjelaskan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan PMA dan PMDN terbanyak, yang mencapai sebesar Rp 210, 6 triliun. Disusul DKI Jakarta sebesar Rp 166 triliun, Jawa Timur Rp 145,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp 112 triliun, dan Banten sebesar Rp 103,9 triliun.

Baca Juga  Jalan Mundur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kemudian, lanjut Bahlil, jika dilihat berdasarkan asal negara investasinya, Singapura masih mendominasi sebagai negara dengan investasi terbesar ke Indonesia, senilai US$15,4 miliar. Lalu disusul oleh Tiongkok sebesar US$7,4 miliar, Hong Kong sebesar US$6,5 miliar, dan Jepang sebesar US$4,6 miliar.

Di sisi lain, realisasi investasi di sektor industri logam dasar juga masih mendominasi, yakni mencapai sebesar Rp 200,3 triliun. Lalu di sektor industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi, realisasi investasinya tercatat sebesar Rp 159,8 triliun, diikuti dengan sektor industri pertambangan dengan realisasi investasi sebesar Rp 156,5 triliun.

“Selanjutnya industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, dengan realisasi investasi sebesar Rp 115,2 triliun, serta industri kimia dan farmasi sebesar Rp 105 triliun,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Secara lokasi, Bahlil menjelaskan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan PMA dan PMDN terbanyak, yang mencapai sebesar Rp 210, 6 triliun. Disusul DKI Jakarta sebesar Rp 166 triliun, Jawa Timur Rp 145,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp 112 triliun, dan Banten sebesar Rp 103,9 triliun.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *