Siswa SD dan TK di Jambi Rela Naik Perahu Tiap Hari Demi Sekolah

Rabu, 29 November 2023 – 09:00 WIB

Jambi – Di tengah perkembangan zaman yang serba maju ini, ternyata masih ada siswa yang harus berjuang susah payah untuk menimba ilmu. Seperti di Dusun Muaro Lepat, Desa Datuk Nan Duo, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Baca Juga :

Begini Cara Siswa SD dan PAUD Melestarikan Lingkungan

Untuk ke sekolah, siswa SD dan TK itu harus menyeberangi sungai yang alirannya deras dan dalam karena akses jalan seperti jembatan belum dibuat oleh pemerintah Jambi.

Kepala Desa Datuk Nan Duo, Mohd Isa saat dikonfirmasi membenarkan daerah Dusun Muaro Lepat tidak ada jembatan. Masyarakat melalui sungai karena akses dekat ke desa tetangga dibandingkan jalan ke pusat desa.

Baca Juga :

Bukan Negeri di Atas Awan, Sungai di Depok Tercemar Limbah

“Ya benar, siswa SD dan TK ketika sekolah itu menyeberangi sungai karena lebih dekat ke desa tetangga yakni Desa Padang Jering, Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jambi,” ujarnya pada Rabu, 29 November 2023.

Siswa Kemudikan Sendiri Perahu Tanpa Pendampingan Orang Tua

Baca Juga :

Dramatis! Aksi Petugas Pemadam Evakuasi Tangan Siswa TK di Lampung Selatan yang Terjepit Mainan

Siswa SD dan TK sekolah naik perahu lewati sungai setiap hari.

Photo :

  • VIVA/Syarifuddin Nasution (Jambi)

Isa menjelaskan siswa SD tersebut bersekolah di SDN 156 di Desa Padang Jering. Para siswa tersebut setiap pagi naik perahu bantuan dari pihak Desa Datuk Nan Duo. Dengan menempuh jarak 10 menit, mereka bisa sampai ke sekolah. Perahu itu dibawa langsung oleh para siswa.

“Yang membawa perahu tidak ada didampingi oleh orang tua karena siswa sudah biasa dan yang membawa para siswa secara bersama-sama,” katanya.

Baca Juga  Kami Terus Dukung dengan Segala Cara

Isa menyebutkan, SD di Desa Datuk Nan Duo memang ada, namun jauh jika ditempuh oleh para siswa. Sehingga akses sekolah lebih dekat ke Desa Padang Jering namun harus menyeberang sungai.

“Saya tidak tau apakah Pemerintah tidak tau ada warga yang tinggal sehingga tidak terpantau, padahal ramai penduduk masyarakat tinggal di Dusun Muaro Lepat dan saya harapkan kepada Pemerintah buatlah Jembatan karena sudah puluhan tahun tidak ada jembatan yang menjadi akses transportasi masyarakat,” terangnya.

Halaman Selanjutnya

“Yang membawa perahu tidak ada didampingi oleh orang tua karena siswa sudah biasa dan yang membawa para siswa secara bersama-sama,” katanya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *