Senator AS Tidak Setuju Biden Kirim Bantuan Militer Senilai Rp157 Triliun ke Israel

Selasa, 5 Desember 2023 – 10:35 WIB

Washington – Salah satu Senator Amerika Serikat Barnie Sanders mengisyaratkan penolakannya terhadap proposal pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk mengirim US$10,1 miliar atau setara dengan Rp156,7 triliun ke Israel. 

Baca Juga :

Keselamatan Warga Israel di 80 Negara Makin Terancam, Begini Kata Dewan Keamanan

Dana tersebut untuk memasok kembali sistem pertahanan Iron Dome dan David’s Sling, serta mengisi kembali persediaan militer Israel.

“Saya percaya bahwa memberikan tambahan US$10,1 miliar bantuan militer tanpa syarat, akan memungkinkan pemerintahan Netanyahu melanjutkan pendekatan militer ofensifnya saat ini. Ini adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab,” kata Sanders di Senat pada Senin, 4 Desember 2023.

Baca Juga :

PM Israel Benjamin Netanyahu Akan Menghadapi Sidang Kasus Korupsi Mulai Pekan Ini

VIVA Militer: Joe Biden dan Benjamin Netanyahu

“Apa yang dilakukan pemerintahan Netanyahu tidak bermoral, melanggar hukum internasional, dan Amerika Serikat tidak boleh terlibat dalam tindakan tersebut,” lanjutnya, dikutip dari The New Arab, Selasa, 5 Desember 2023.

Baca Juga :

Aksi Nyeleneh Tentara Israel Usai Hancurkan Gedung Pengadilan Tinggi di Gaza

Sanders juga terus menghadapi tekanan dari kelompok progresif AS untuk menyerukan gencatan senjata segera dan jangka panjang di Gaza.

Sebagai informasi, Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dalam serangan tersebut, setidaknya menewaskan 15.899 orang dan melukai lebih dari 42.000 lainnya.

Tentara Israel memasuki gedung di Gaza, Palestina.

Tentara Israel memasuki gedung di Gaza, Palestina.

Sementara itu, jumlah korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, menurut angka resmi, dan ratusan sandera diyakini ditahan oleh kelompok Palestina di Gaza.

Baca Juga  SoundsFest 2023 Dimeriahkan Dewa 19, Ebiet G. Ade, hingga K-Pop

Sejak gencatan senjata selama seminggu berakhir pada 1 Desember 2023, tentara Israel melanjutkan serangannya dengan kekuatan penuh, dan memakan ratusan korban jiwa, termasuk di Jalur Gaza selatan, yang sebelumnya disiratkan oleh tentara sebagai daerah yang aman.

Halaman Selanjutnya

Dalam serangan tersebut, setidaknya menewaskan 15.899 orang dan melukai lebih dari 42.000 lainnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *