Sandiaga Ungkap Biang Kerok Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik

Selasa, 23 Januari 2024 – 00:02 WIB

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno membeberkan, penyebab masih mahalnya harga tiket pesawat domestik. Bahkan harga tiket pesawat saat ini lebih tinggi, dibandingkan sebelum adanya pandemi COVID-19.

Baca Juga :

Bandara Ngurah Rai Jadi Bandara AP I Tersibuk Sepanjang 2023

Sandiaga mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat domestik saat ini sudah diidentifikasi oleh pihaknya. Hal ini disampaikan Sandi dalam The Weekly Brief With Sandi Uno (WBSU).

“Yes (sudah diidentifikasi), sudah kita antisipasi,” ujar Sandiaga Senin, 22 Januari 2024.

Baca Juga :

Bantu UMKM di Industri Pelayaran, Meratus Siapkan Layanan Smart Financing

Sandiaga Uno

Sandiaga menjelaskan, biang kerok mahalnya harga tiket pertama karena jumlahnya pesawat. Kedua minimnya jumlah

Baca Juga :

Heboh Koper Airwheel Gak Boleh Masuk Kabin Pesawat, Sebenarnya Bisa Tapi Ini 5 Syaratnya

penerbangan, serta sedikitnya ketersediaan kursi.

“Dan ini berkontribusi, di samping itu juga biaya bahan bakar dan beberapa biaya penunjang lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat domestik ini sangat tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Di mana rute penerbangan termahal ke Indonesia Timur dan sebagian destinasi wisata, salah satunya Sumba, NTT.

Ilustrasi harga tiket pesawat pendorong inflasi.

Ilustrasi harga tiket pesawat pendorong inflasi.

Photo :

  • Viva.co.id/ Sherly (Tangerang)

“Sumba mahal, dari Bali ke Sumba penerbangan cuman sebentar pakai bolang aling harganya luar biasa, ini salah satu yang dikeluhkan (masyarakat),” ucapnya.

Sandiaga mengakui, mahal harga tiket itu berdampak negatif terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, pihaknya tengah melakukan berbagai cara untuk menekan harga tiket pesawat.  

“Tentunya negatif, kita ingin lebih terjangkau dan lebih banyak opsi penerbangan ke destias iwisata. Cara mengatasinya, tentunya dengan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, juga dengan maskapai penerbangan, dan beberapa kebijakan insetif oleh pemerintah daerah,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya

“Sumba mahal, dari Bali ke Sumba penerbangan cuman sebentar pakai bolang aling harganya luar biasa, ini salah satu yang dikeluhkan (masyarakat),” ucapnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *