Presiden Mesir Tolak Usulan AS untuk Ambil Alih Keamanan Gaza dan Lenyapkan Hamas

Jumat, 10 November 2023 – 10:27 WIB

Gaza – Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menolak usulan AS agar Mesir mengelola keamanan di Jalur Gaza sampai Otoritas Palestina dapat mengambil alih, setelah militan Hamas dapat dikalahkan oleh Israel.

Baca Juga :

Turkiye President Has Crossed Out Israeli PM Benjamin Netanyahu

Al-Sisi dan kepala intelijennya Abbas Kamal diketahui bertemu dengan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) William Burns di Kairo dan membahas usulan Amerika tersebut.

“Presiden Mesir mengatakan pemerintahnya tidak akan berperan dalam melenyapkan Hamas karena mereka membutuhkan kelompok militan tersebut untuk membantu menjaga keamanan di perbatasan negaranya dengan Jalur Gaza,” kata para pejabat Mesir, dikutip dari Alarabiya, Jumat, 10 November 2023.

Baca Juga :

Bukan Boikot, Deddy Corbuzier Saran Gunakan Lagu K-Pop Buat Hentikan Serangan Israel

Presiden AS Joe Biden (kanan) bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dalam sebuah wawancara, bahwa Israel akan mengambil alih tanggung jawab atas keamanan di Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Baca Juga :

Hamas Posting Video 2 Orang Sandera yang Akan Dibebaskan karena Kondisi Medis

“Saya pikir Israel, untuk jangka waktu yang tidak terbatas, akan memikul tanggung jawab keamanan secara keseluruhan (di Gaza) karena kita telah melihat apa yang terjadi jika kita tidak memilikinya. Ketika kita tidak mempunyai tanggung jawab keamanan, yang kita alami adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak dapat kita bayangkan,” kata Netanyahu.

Namun, AS menolak usulan PM Israel. Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan bahwa Israel tidak boleh menduduki kembali Gaza tetapi mungkin ada masa transisi setelah berakhirnya konflik dengan Hamas.

Baca Juga  Jangan Ragukan Nasionalisme Pemain Naturalisasi Indonesia

“Gaza tidak bisa terus dipimpin oleh Hamas, jelas juga bahwa Israel tidak bisa menduduki Gaza. Kenyataannya saat ini mungkin diperlukan masa transisi setelah konflik berakhir, namun rakyat Palestina harus menjadi pusat pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat,” ucap Blinken.

“Kami sangat jelas tidak akan melakukan pendudukan kembali, sama seperti kami sangat jelas tidak akan melakukan perpindahan terhadap penduduk Palestina,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

“Gaza tidak bisa terus dipimpin oleh Hamas, jelas juga bahwa Israel tidak bisa menduduki Gaza. Kenyataannya saat ini mungkin diperlukan masa transisi setelah konflik berakhir, namun rakyat Palestina harus menjadi pusat pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat,” ucap Blinken.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *