Perjalanan Karier Doni Monardo, Jenderal Bintang 3 yang Pimpin Penanganan Covid-19

Senin, 4 Desember 2023 – 11:06 WIB

Jakarta – Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Purn Doni Monardo dikabarkan meninggal dunia pada pukul 17.35 WIB, Minggu, 3 Desember 2023.

Baca Juga :

Kenangan Ganjar Pranowo Terhadap Doni Monardo: Dia Sangat Cinta Tanaman

Dilansir dari VIVA Nasional, kabar duka tersebut dikabarkan oleh Staf Khusus Kepala BNPB periode 2019-2021, Egy Massadiah.

Karier Doni Monardo

Baca Juga :

Andika Perkasa Sebut Doni Monardo Punya Punya Jati Diri dan Prestasi Luar Biasa


Source : Istimewa/Viva Militer

Doni Monardo lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1985. Lalu, pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini memulai karirnya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1986 hingga 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya.

Baca Juga :

Eks Kepala BNPB Doni Monardo Bakal Dimakamkan di TMP Kalibata Besok

Memiliki kemampuan yang hebat, Doni kemudian ditarik sebagai Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) sejak 2001 hingga 2004. Dia terpilih untuk mengikuti pelatihan counter terrorism yang digelar di Korea Selatan.

Pada tahun 2006, Doni ditugaskan ke Makassar di Komando Cadangan Strategis angkatan Darat (Kostrad). Salah satu program Doni yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah dari sana, pada 2008 dia dipromosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres. Selama ditugaskan mengawal presiden, Doni telah mengunjungi sebanyak 27 negara.

Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ia ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.

Atas keberhasilan itu putra daerah Sumatera Barat ini dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal (Bintang satu).

Setelah itu, pada April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Baru empat bulan mengikuti pendidikan ia dipromosikan menjadi Komandan Paspampres. Ia menjabat hingga 2014. Pangkatnya pun berubah menjadi mayor jenderal (Bintang dua).

Doni lantas diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus pada 2014. Setahun memimpin pasukan elit TNI Angkatan Darat, ia diangkat menjadi Pangdam XVI/Patimura. Setelah itu, Doni dipercaya menjabat Pangdam III/Siliwangi hingga 2018.

Karir Doni berlanjut di luar instansi militer. Ia diangkat menjadi sekretaris jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) pada 2018 hingga 2019. Pada posisinya ini pangkat Doni naik satu tingkat menjadi lentnan jenderal (Bintang tiga).

Setelah itu, ia dipercaya menduduki posisi kepala BNPB menggantikan Laksamana Muda Purn. Willem Rampangilei. Selama menjabat sebagai Kepala BNPB, tugas Doni terbilang tidak mudah. Sejak 2019 hingga 2021, bencana kerap menghampiri Indonesia.

Doni tak asing di layar kaca selama pandemi virus corona (Covid-19). Sejak Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Doni sebagai kepala satuan tugas penanganan Covid-19 untuk memimpin penanganan pagebluk.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah)

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah)

Doni melepas jabatan sebagai kepala BNPB pada Selasa 25 Mei 2021. Dia digantikan oleh Letnan Jenderal Ganip Warsito yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Staf Umum (Kasum) TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Doni diganti karena 1 Juni akan memasuki masa pensiun. Hadi membantah Doni diganti karena kinerja yang lamban dalam menangani pandemi.

Baca artikel Trending menarik lainnya di tautan ini.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *