Pengelolaan Timnas Indonesia yang Bagus Butuh Rp500 Miliar, Masih kalah dari Vietnam

Senin, 19 Februari 2024 – 14:02 WIB

VIVA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan mengelola sepakbola membutuhkan biaya yang sangat besar.

Baca Juga :

Dokter di Korsel Mogok Massal Protes Penambahan Tenaga Medis, Militer Siagakan RS Darurat

Meski demikian, Erick menyatakan tidak ingin PSSI menjadi federasi yang cengeng, dan manja dalam urusan pendanaan.

“Nah kemarin Pak Jokowi bicara dengan saya, pemerintah perlu bantu apa? Ya saya bilang pendanaan, pak. Nah tetapi saya juga tidak mau PSSI cengeng,” kata Erick dalam acara peluncuran sepeda motor listrik Gesits Garuda di arena pameran IIMS 2024, Kemayoran, Jakarta, Minggu 18 Februari 2024.

Baca Juga :

Bertemu Erick Thohir, Sujiwo Tejo Ungkap Pentingnya Memperbanyak Dialog

“Saya meyakinkan bahwa misalnya pemerintah memberikan sekian x, misalnya 100 atau 500, ya kita juga dari PSSI berusaha mendapatkan dana yang sama,” ucap Erick.

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan PSSI berusaha semakin mandiri dalam mendapatkan pendanaan. 

Baca Juga :

Timnas Indonesia U-23 Dapat Kabar Buruk dari Klub Jelang Piala Asia U-23 2024

Pada Juni 2023, PSSI menghidupkan PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) untuk pengelolaan aset bisnis PSSI secara profesional.

Kerja sama dengan produsen sepeda motor listrik Gesits juga merupakan salah satu program kerja PT GSI untuk membantu keuangan PSSI.

“Pertama kalinya dalam sejarah PSSI selama 94 tahun, kita mempunyai partner, kawin, dengan vehicle, otomotif. Karena sebelumnya belum pernah,” ujar Direktur PT GSI Marsal Irwan Masita.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menjelaskan bahwa pengelolaan Timnas Indonesia yang bagus memerlukan biaya sangat besar. Bahkan Indonesia saat ini sebenarnya cukup tertinggal dari sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Baca Juga  Presiden Mesir Tolak Usulan AS untuk Ambil Alih Keamanan Gaza dan Lenyapkan Hamas

“Kita mau punya tim nasional yang bagus ya angkanya 250 sampai 500 miliar. Itu kalau kita bandingkan dengan Jepang, Jepang itu kurang lebih angkanya 170 juta US, 3,4 triliiun. Jauh kita. Negara-negara tetangga kita seperti Vietnam, Thailand, itu sudah di angka 1 (triliun),” tutur sosok yang juga merupakan Menteri BUMN itu.

“Jadi ya seperti itu realita. Ada uang, ada kesejahteraan, ada prestasi,” pungkasnya. (Ant)

 

Halaman Selanjutnya

“Pertama kalinya dalam sejarah PSSI selama 94 tahun, kita mempunyai partner, kawin, dengan vehicle, otomotif. Karena sebelumnya belum pernah,” ujar Direktur PT GSI Marsal Irwan Masita.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *