Modus Sahur On The Road, 38 Remaja Diamankan Hendak Tawuran

Jumat, 5 April 2024 – 17:57 WIB

Depok – Sebanyak 38 orang diamankan Tim Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Depok. Mereka diduga hendak tawuran dengan modus menggelar kegiatan sahur on the road (SOTR). Puluhan remaja itu diamankan saat berkumpul di perbatasan Depok dan Cibubur. Dari 23 orang yang diamankan, dua diantaranya adalah wanita.

Baca Juga :

Viral di Media Sosial, Dugaan Aksi Teror dan Premanisme di Qubu Resort Kalbar

Kasat Binmas Polres Metro Depok, AKBP Markuat, mengatakan mereka diamankan saat Tim 3P Polres Depok sedang  patroli. Kepada petugas, mereka mengaku akan menggelar SOTR.

“Mereka kumpul-kumpul, biasa. Jadi dari Tim 3P Polres Depsok gabungan dengan Polda Metro Jaya melihat ada anak-anak kumpul. Kebetulan ada 38 orang ini yang kita amankan,” katanya, Jumat 5 April 2024.

Baca Juga :

Masih Banyak Siswa SMA dan SMK Bingung Mau Kerja Apa

Namun saat diperiksa, mereka membawa benda mencurigakan yang tidak ada kaitannya dengan SOTR. Mereka membawa bambu panjang, bendera geng motor, minuman Arak Bali dan flare.

“Kita menyita beberapa pernik-pernik yang digunakan oleh mereka,” katanya.

Baca Juga :

Polisi Gadungan Peras Pedagang di Jakarta Timur Minta THR

Dari benda yang dibawa, diduga kuat mereka akan tawuran. Namun sebelumnya mereka berkumpul di satu titik terlebih dulu lalu berkeliling dengan maksud untuk mencari lawan.

“Ada indikasi mau ke situ, ada indikasi juga mereka kumpul-kumpul sahur on the road biasanya, tapi di balik itu semua bisa kita lihat mereka juga menggunakan beberapa spanduk, mereka juga menggunakan kembang api dan menggunakan miras,” ungkapnya.

Dari pengakuan puluhan remaja itu bukan warga Depok. Mereka berasal dari Rawamangun, Jakarta Timur.

Baca Juga  Para Capres Dapat Pujian dalam Debat Terakhir, Ini Alasannya

“Dari data yang kita dapat sebagian besar dari mereka tinggal di Jakarta Timur, yang lebih banyakan lagi di wilayah Rawamangun. Iya jadi kayak titik poin. Jadi mereka berkumpul di McDonald Cibubur, perbatasan antara Jakarta Timur dan Depok. Memang daerah perbatasan itu sering digunakan mereka untuk berkumpul,” jelasnya.

Petugas kemudian membawa mereka ke Polres Metro Depok untuk didata dan tes urine. Selain itu, orangtua mereka juga dipanggil untuk menjemput anak-anaknya.

“Jadi kami mengimbau pada orangtua untuk memperhatikan anaknya. Jika pukul 22.00 WIB tidak ada di rumah harus dicari dan dipantau,” tegasnya.

Sadiah, salah satu orangtua mengatakan dirinya sangat menyesalkan anaknya ikut diamankan ke Polres Depok. Dia mengaku kesal dengan anaknya karena tidak mendengarkan perkataanya.

“Ini baru sekali. Saya sudah ingetin jangan ikut-ikutan tapi malah kayak gini,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Dari pengakuan puluhan remaja itu bukan warga Depok. Mereka berasal dari Rawamangun, Jakarta Timur.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *