Malnutrisi Sebabkan Kematian Pada Anak-Anak di Gaza

Sabtu, 30 Maret 2024 – 02:02 WIB

VIVA – Anak-anak di Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, berjuang menghadapi kematian karena kekurangan makanan dan obat-obatan, di tengah serangan Israel yang sedang berlangsung dan blokade yang menghalangi pasokan bantuan, dilansir dari Anadolu Ajansi pada Jumat, 29 Maret 2024.

Baca Juga :

Tak Dapat Izin, Bantuan Kemanusiaan RI untuk Gaza Diterjunkan AU Yordania

Berbicara kepada Anadolu, para ibu Palestina mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap anak-anak mereka.

Seorang pria Palestina menyaring biji-bijian di Gaza di tengah kekurangan pangan

Photo :

  • Middle East Eye/Mohammed al-Hajjar

Baca Juga :

Senada dengan BNPT, Guru Besar UI Sebut Perempuan, Anak dan Remaja Rentan Terpapar Radikalisme

bantuan untuk warga Gaza

Salah satu anak yang bernama Jana Ayad berusia delapan tahun berada dalam kondisi kritis akibat meluasnya kekurangan gizi yang diperburuk oleh blokade Israel selama 17 tahun di Gaza.

Baca Juga :

Meski Negaranya Tengah Dilanda Aksi Terorisme, Rusia Tetap Kirim 29 Ton Bantuan ke Gaza

Ibu Jana mengatakan putrinya tidak bisa bergerak dan gagap karena kekurangan nutrisi penting seperti vitamin, protein, dan kalsium.

“Badan anak saya akhir-akhir ini lemas, beberapa hari ini berat badannya turun banyak,” ujarnya.

Berharap putrinya dirawat di luar Gaza, di mana fasilitas medis di Gaza sudah langka akibat serangan udara Israel.

“Apa yang terjadi pada anak saya adalah akibat dari pengepungan dan perang Israel,”ujar Ibu Jana.

Sementara itu, ibu dari Nour al-Huda Mohammed yang berusia 11 tahun, mengkhawatirkan nyawa anaknya karena rumah sakit di Gaza utara kekurangan perawatan dan makanan yang layak.

“Anak saya mengidap penyakit paru-paru, jumlah darah rendah dan gizi buruk yang berdampak buruk pada hidupnya,” keluhnya.

Baca Juga  Obesitas Pengaruhi Libido, Ini Alasannya Kamu Harus Turunkan Berat Badan

Sang ibu berharap dapat memberikan anaknya perawatan yang diperlukan dan makanan sehat serta mengizinkannya meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan yang dibutuhkannya.

Sementara itu, Israel terus melanjutkan perangnya meskipun Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera selama bulan Ramadhan dan sidang pertama Tel Aviv di hadapan Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina.

Gaza, rumah bagi 2,3 juta orang, menghadapi krisis kemanusiaan yang parah seiring serangan Israel yang terus berlanjut sejak 7 Oktober 2023.

Serangan yang menargetkan wilayah sipil dan infrastruktur penting sekaligus memblokir akses terhadap bantuan kemanusiaan, menyebabkan kelaparan yang meluas dan kekurangan obat-obatan.

Seruan internasional untuk gencatan senjata dan peningkatan akses bantuan di tengah peringatan kelaparan.

VIVA Militer: Pengungsi Gaza di depan puing masjid di Deir al-Balah

VIVA Militer: Pengungsi Gaza di depan puing masjid di Deir al-Balah

Menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, 27 orang meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi di Jalur Gaza, di mana hambatan bantuan Israel telah menyebabkan bencana kemanusiaan yang besar.

Sejak Oktober Pada tanggal 7 Juli, serangan Israel menewaskan sedikitnya 32.414 warga Palestina, termasuk 14.280 anak-anak dan 9.340 wanita, serta melukai 74.787 orang.

Halaman Selanjutnya

Berharap putrinya dirawat di luar Gaza, di mana fasilitas medis di Gaza sudah langka akibat serangan udara Israel.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *