Jangan Ragukan Nasionalisme Pemain Naturalisasi Indonesia

Sabtu, 20 April 2024 – 05:48 WIB

Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan kepada publik untuk tidak meragukan nasionalisme para pemain naturalisasi Indonesia. Mereka sudah membuktikan diri dengan berjuang di atas lapangan ketika membela Skuad Garuda.

Baca Juga :

Terpopuler: Pengakuan Shin Tae-yong ke Ernando, Kata Pelatih Australia Usai Dihajar Timnas Indonesia

PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir banyak melakukan naturalisasi. Mereka bermain untuk Timnas Indonesia dan juga kelompok umur. Dengan pelatih Shin Tae-yong, kedatangan para pemain naturalisasi membuat tim makin kuat.

Melihat bagaimana para pemain yang memang memiliki garis keturunan Indonesia itu berjuang di atas lapangan, Erick Thohir meminta kepada publik untuk tidak lagi memecah belah antara naturalisasi dan lokal.

Baca Juga :

Ditanya Kontrak STY, Erick Thohir Sebut Sepakbola Indonesia di Jalur yang Tepat

Perdebatan yang kerap ada di media sosial, bahkan dibahas oleh para pelaku sepakbola di Indonesia sendiri. Bahasan tersebut kerap kali malah memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Ketum PSS Erick Thohir bersama Emil Audero Mulyadi

Baca Juga :

Shin Tae-yong Dapat Kabar Baik dari Erick Thohir soal Perpanjangan Kontrak

“Saya mau kasih catatan, pemain Indonesia yang ada di Amerika atau Eropa atau benua Asia lainnya, jangan pernah dipikirkan itu setengah Indonesia,” kata Erick kepada wartawan, kemarin.

Erick mengambil contoh bagaimana Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner yang kini membela Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024. Meski gabung belakangan ke tim, tapi mereka langsung siap dimainkan oleh Shin Tae-yong.

“Nathan sampai langsung main. Justin sampai, langsung main. Artinya apa? Jangan pertanyakan itu. Jangan pernah memecah-mecah, oh ini diaspora, ini Indonesia,” tutur Erick.

Baca Juga  Sejarah Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Susuri Sungai Kuantan di Kuansing

“Semuanya adalah pemain Indonesia. Kebetulan ada yang main di Indonesia dan ada yang main di luar Indonesia,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.

Erick mengambil contoh bagaimana sikap beberapa pemain yang ada di luar negeri ketika akan dipanggil ke Indonesia U-23. Karena Piala Asia U-23 2024 tidak masuk kalender FIFA, klub boleh tidak melepas.

Para pemain yang ada di luar negeri menunjukkan keinginan untuk turut membela Garuda Muda. Situasi yang kemudian membuat PSSI melakukan lobi langsung ke klub masing-masing.

Beruntung pemain seperti Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner yang diperlukan di dalam tim bisa gabung, meski mereka harus menyusul ketimbang pemain lainnya.

Halaman Selanjutnya

“Nathan sampai langsung main. Justin sampai, langsung main. Artinya apa? Jangan pertanyakan itu. Jangan pernah memecah-mecah, oh ini diaspora, ini Indonesia,” tutur Erick.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *