Indonesia Bidik Kerja Sama Kendaraan Listrik dengan Vietnam

Jumat, 12 Januari 2024 – 09:14 WIB

Hanoi, 12 Januari 2024 – Dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Vietnam, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Hong Dien menggelar pertemuan bilateral pada Kamis kemarin.

Baca Juga :

5 Negara Komunis Terakhir yang Ada Saat Ini, 2 Tetangga Indonesia!

Pertemuan ini menghasilkan komitmen kedua negara untuk semakin memperkuat jalinan kerja sama di sektor industri, dengan harapan dapat memacu laju investasi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi komprehensif.

Menilik data statistik, kolaborasi industri telah membuahkan hasil nyata. Total perdagangan Indonesia-Vietnam pada tahun 2022 tercatat mencapai US$13,3 miliar, menandakan tren peningkatan yang stabil. Keterikatan ini semakin diperkuat dengan posisi Indonesia sebagai salah satu negara mitra dagang utama Vietnam.

Baca Juga :

Viral Jokowi Lakukan Selebrasi "Siuuu" Ala Ronaldo dengan Cellos Botak

Menperin menuturkan, keberhasilan Indonesia dalam mengemban Keketuaan ASEAN pada tahun 2023 dengan mengusung tema “Epicentrum of Growth” turut membuka peluang sinergi yang lebih luas.

Pertemuan Menperin RI, Agus Gumiwang dan Menperindag Vietnam, Nguyen Hong Dien

Baca Juga :

Viral Presiden Jokowi Joget Bareng WNI dan Tukang Ojol di Vietnam

Salah satu kesepakatan krusial dari Keketuaan tersebut adalah pembentukan task force untuk meningkatkan penurunan karbon dan good regulatory practice (GRP).

Menyambut baik usulan tersebut, Menperindag Vietnam menyatakan kesiapan untuk memperluasnya ke tingkat ASEAN pada tahap selanjutnya.

Vietnam sendiri turut mengusulkan kerja sama di bidang teknologi digital, semikonduktor, dan hilirisasi sumber daya alam (SDA), mengingat kekayaan alam kedua negara, seperti nikel di Indonesia dan tanah jarang di Vietnam, memegang peranan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga  Konsumsi Pertamax Green 95 Meningkat dalam 2 Minggu Penjualan

Di ranah investasi, Vietnam telah menanamkan modal sebesar US$1,5 juta pada sektor industri Indonesia pada tahun 2023, mencatatkan peningkatan sebesar 6,1 persen dari tahun sebelumnya. Sektor industri kertas dan percetakan serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi bidang yang menarik minat investor Vietnam.

Sementara itu, dalam kurun waktu hingga November 2023, penanaman modal investasi Indonesia di Vietnam mencapai US$651,21 juta, menempatkan Indonesia di posisi ke-5 di antara negara ASEAN yang berinvestasi di Vietnam.

Dengan keunggulan Indonesia sebagai pasar otomotif yang besar, kepemilikan mobil mencapai 19,1 juta unit dan sepeda motor 128 juta unit, serta proyeksi permintaan baterai untuk kendaraan listrik yang terus meningkat, Menperin berharap kedua negara dapat saling mendukung penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Industri di ASEAN.

“Kami mengundang pihak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, untuk terus melakukan diskusi dengan kami dalam rangka memperkuat kerja sama dan kolaborasi ini,” ujar Menperin, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi.

Halaman Selanjutnya

Vietnam sendiri turut mengusulkan kerja sama di bidang teknologi digital, semikonduktor, dan hilirisasi sumber daya alam (SDA), mengingat kekayaan alam kedua negara, seperti nikel di Indonesia dan tanah jarang di Vietnam, memegang peranan penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *