Heru Budi Berencana Bangun Food Estate di Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 20 Maret 2024 – 06:09 WIB

Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berencana mengembangkan proyek lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Kepulauan Seribu pada tahun 2025.

Baca Juga :

Imbauan Heru Budi Agar Anak-anak Tak Kena DBD: Pakai Baju Lengan Panjang hingga Minyak Telon

Hal tersebut disampaikan Heru saat membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tahun 2024 Kabupaten Kepulauan Seribu. Kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025.

“Kita melihat kebutuhan bahan pokok semakin berkurang di dunia. Maka, pada 2025 dan seterusnya memang harus dipikirkan Kepulauan Seribu menjadi lumbung pangan bagi masyarakat DKI Jakarta,” kata Heru Budi dalam keterangannya, Rabu, 20 Maret 2024.

Baca Juga :

Jelang PON 2024, Pj Gubernur Sumut Ajak Perbanyak Ibadah di Bulan Ramadhan

Heru Budi mengaku perlu adanya sinergi bersama beberapa lembaga atau kementerian untuk mengembangkan Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi kawasan yang lebih bersih dan tertata. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan sinergi dan menyelesaikan berbagai tantangan tersebut melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Baca Juga :

Pemprov DKI Sediakan 6 Posko Pelayanan Pendaftaran KJMU, Ini Daftarnya

Di sisi lain, ia menegaskan terdapat empat isu yang dituangkan dalam RKPD tahun 2025 untuk mewujudkan Jakarta Global yang berketahanan inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Yakni, lanjutnya, peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur, akselerasi pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintah yang adaptif, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tentunya harapan saya, bupati dan jajarannya, bersama tokoh masyarakat dan seluruh pengusaha yang bergerak di lingkungan pariwisata Kepulauan Seribu, dapat mendukung hal ini untuk mewujudkan masyarakat Kepulauan Seribu yang sejahtera. Semoga apa yang kita ikhtiarkan dapat menjadi sukses untuk Jakarta dan berdampak bagi masyarakat Kepulauan Seribu dan bagi masyarakat Indonesia,” kata Heru.

Baca Juga  Kondisi Pendaki yang Terperosok Jurang Gunung Muria Sedalam 60 Meter

Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu menyebut kebutuhan dasar warga Kepulauan Seribu salah satunya adalah lahan pemakaman dan lahan perumahan dalam bentuk rumah susun (rusun). Lantas, Heru meminta Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Kepulauan Seribu melakukan kajian lebih lanjut terhadap struktur bangunan dan lahan, serta landasan hukumnya.

“Pak Bupati bersama Bappekab dan Sudin CKTRP silakan mengkaji dulu struktur bangunan rusunnya, berapa lantai, bagaimana strukturnya, juga dipikirkan perizinan lintas udara untuk mendarat pesawat dari Airnav atau Angkatan Udara, karena ada area-area tertentu di Kepulauan Seribu merupakan area pendaratan pesawat terbang. Juga dipikirkan landasan hukumnya untuk pembangunan multiyear,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan terdapat isu-isu strategis di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yang masih harus diupayakan. 

Di antaranya peningkatan status RSUD, optimalisasi sarana, prasarana medis, dan kebutuhan dokter spesialis, sarana praktik penunjang pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta pencegahan aktivitas perluasan daratan ilegal di pesisir pantai.

“Harapannya, Musrenbang Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tahun ini dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada di wilayah Pulau Seribu,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu menyebut kebutuhan dasar warga Kepulauan Seribu salah satunya adalah lahan pemakaman dan lahan perumahan dalam bentuk rumah susun (rusun). Lantas, Heru meminta Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Kepulauan Seribu melakukan kajian lebih lanjut terhadap struktur bangunan dan lahan, serta landasan hukumnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *