Heboh Sekte Sesat Bule di Bali, Ni Luh Djelantik ke Sandiaga Uno: Usir!

Selasa, 14 Mei 2024 – 15:54 WIB

Bali – Aksi sekelompok warga negara asing (WNA) atau bule tengah melakukan kegiatan tak senonoh di wilayah Ubud, Bali viral di media sosial.

Baca Juga :

Viral Bule Cabul Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga Uno Buka Suara!

Aksi sekelompok bule itu viral dalam bentuk rekaman video usai dibagikan pertama kali oleh akun Instagram @pichrich_ kini sudah dihapus.

Dalam video tersebut tampak sekelompok WNA seperti melakukan kegiatan spiritual menggunakan cawan dan dupa sebagai alat meditasi. Namun kegiatan itu berubah menjadi aksi cabul.

Baca Juga :

Jokowi Bakal Turun Tangan Benahi Bea Cukai yang Banyak Masalah

Ni Luh Djelantik

Photo :

  • Instagram @niluhdjelantik

Diperkirakan bule-bule itu melakukan kegiatan sekte sesat dengan cara berpindah-pindah lokasi tanpa izin pemiliknya.

Baca Juga :

Nasib Tukang Tambal Ban Penyebar Ranjau Paku di MT Haryono Usai Digerebek Ojol

Tampak sejumlah wanita tidak sadarkan diri disentuh secara bergantian oleh pria. Hal ini sontak menimbulkan kegaduhan di media sosial hingga mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Salah satu sorotan datang dari politisi Bali, Ni Luh Djelantik yang langsung menghubungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno agar mengusir para WNA tersebut.

Menurutnya, tidanakan semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan di Bali maupun masyarakat Indonesia.

Ni Luh juga membagikan respons Sandiaga Uno yang dikirim melalui WhatsApp. Dalam jawabannya, Sandi berjanji bakal menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“Matur suksma mbok niluh yang selalu gercep. Kita tindak tegas!,” jawab Sandiaga, dikutip Selasa 14 Mei 2024.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, dari hasil lidik yang dilakukan oleh Polres Gianyar salah satu pelaku diduga merupakan WNA asal India yang bernama Satyarthiprateek.

“Dari hasil pengecekan di beberapa lokasi yang kita curigai, sementara pemilik lokasi tidak mengakui adanya kegiatan sesat tersebut di tempatnya,” jelas Kombes Pol. Jansen.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Tedy Riyandi mengungkapkan, imigrasi telah mengantongi salah satu identitas WNA yang ada di dalam video viral tersebut, dan telah melakukan pengecekan di database bahwa WNA itu saat ini tidak berada di Wilayah Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, tidanakan semacam itu tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan di Bali maupun masyarakat Indonesia.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *