Hasil Manis Tuan Rumah Piala Afrika dan Piala Asia 2023, Sama-sama Melaju ke Final

Jumat, 9 Februari 2024 – 05:32 WIB

QATAR – Ada persamaan dari Piala Asia 2023 dan Piala Afrika 2023 yang segera memasuki partai final. Dua tim tuan rumah sama-sama melenggang ke final.

Baca Juga :

Timnas Yordania Ketemu Qatar di Final Piala Asia 2023, Kapan Tandingnya?

Di Piala Asia, Timnas Qatar selaku tuan rumah dan juara bertahan melaju ke final. The Maroons akan bertemu Timnas Yordania yang baru pertama kali melangkah ke final.

Sementara itu, di Piala Afrika, tuan rumah Timnas Pantai Gading melaju ke final. Les Elephants ditantang Timnas Nigeria.

Baca Juga :

Minim Tampil di Piala Dunia, Timnas Qatar dan Yordania Bentrok di Final Piala Asia 2023

Namun, ada sedikit perbedaan dari dua tuan rumah tersebut. Qatar mampu melaju mulus, sedangkan Pantai Gading sempat terseok-seok di fase grup.

Pemain Timnas Qatar rayakan kemenangan

Photo :

  • AP Photo/Thanassis Stavrakis

Baca Juga :

Hancur di Fase Grup hingga Pecat Pelatih, Timnas Pantai Gading Melesat ke Final Piala Afrika 2023

Qatar secara beruntun mampu mengalahkan Lebanon, Tajikistan dan China dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup A.

The Maroons lalu melewati adangan Palestina, Uzbekistan dan Iran untuk lolos ke final Piala Asia dua kali secara beruntun.

Pelatih timnas Qatar Marquez Lopez mengatakan strategi permainannya yaitu menyerang dengan menempatkan pemain-pemain cepat seperti Homam Ahmed, Yusuf Abdurisag, Akram Afif dan Almoez Ali sukses menghancurkan pertahanan Iran.

Pada babak semifinal yang dimainkan di Stadion Al Thumama, Al Rayyan, Rabu (7/2), timnas Qatar berhasil menumbangkan Iran dengan skor 3-2.

“Kami mencoba bermain dengan kecepatan tinggi dalam menyerang. Kami menempatkan empat pemain di lini serang yang kami tahu cepat,” kata Lopez, melansir dari AFC, Kamis.

Baca Juga  Bahas Soal Anaknya dari Alan, Lucinta Luna Dirujak Netizen

“Kami mencoba mencari ruang di belakang pertahanan Iran. Kami sempat sukses dan keberuntungan menyertai kami hari ini. Kami akan merayakan kemenangan ini hari ini dan besok kami akan mulai mempersiapkan pertandingan final,” lanjutnya.

Pantai Gading Bangkit dari Lubang Jarum

Pantai Gading tampil terseok-seok di fase penyisihan grup dan hanya lolos ke babak 16 besar dengan status posisi tiga terbaik.

“Kami senang, kami benar-benar terharu. Ini seperti mimpi, ketika Anda melihat dua minggu lalu, ada kekalahan di sini melawan Guinea Khatulistiwa,” kata pelatih Pantai Gading Emerson Fae dilansir AFP, Kamis.

“Sulit membayangkan bahwa kami bisa lolos ke final,” kata mantan gelandang klub Prancis, Nice itu.

Pemain Timnas Pantai Gading

Pemain Timnas Pantai Gading

Pada fase grup, tim berjuluk The Elephants itu kalah 0-4 dari Guinea Khatulistiwa dan 0-1 dari Nigeria. Pantai Gading hanya mampu mengamankan satu kemenangan 2-0 atas Guinea Bissou.

Hasil minor itu membuat pelatih Pantai Gading sebelumnya Jean-Louis Gasset dipecat. Emerse Fae yang berstatus sebagai asisten kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara.

Di luar dugaan, Fae mampu mengubah permainan Pantai Gading menjadi lebih efektif. Mereka mengamankan kemenangan adu penalti atas Senegal di babak 16 besar, menang 2-1 atas Mali di babak perempat final meski Pantai Gading hanya bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.

Di semifinal, Pantai Gading menekuk RD Kongo 1-0. Mereka pun memastikan diri ke final dan akan bersua Nigeria.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *