Gunakan Opsi Akhir, PBB Akan Luncurkan Bantuan melalui Terjun Payung di Gaza

Berita23 Dilihat

Selasa, 14 November 2023 – 18:50 WIB

Gaza – Blokade total Israel di wilayah Gaza, membuat bantuan kemanusiaan terhambat untuk masuk ke wilayah tersebut. Dalam hal ini, PBB akan melakukan opsi terakhir dengan menerjunkan bantuan ke Jalur Gaza. Meski demikian, pejabat PBB itu menekankan bahwa hal itu akan sangat menantang secara logistik.

Baca Juga :

Pria di Serang Jual Vespa Klasik untuk Bantu Palestina

“Terjun payung selalu menjadi pilihan terakhir jika anda bertanya kepada rekan logistik karena sangat, sangat mahal, dan tidak berkelanjutan,” kata Andrea De Domenico, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Wilayah Pendudukan Palestina pada konferensi pers.

De Domenico mengatakan bahwa itu merupakan cara terakhir untuk mendatangkan bantuan jika para pihak sepakat mengenai akses tanpa hambatan dan berkelanjutan.

Baca Juga :

Ikut Perang di Gaza, 3 Anak Presiden Israel Dipastikan Hilang Kontak

Israel Menyerang Jalur Gaza. Sumber: Reuters.com

Pernyataan De Domenico muncul setelah Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, meminta UE dan PBB untuk mengirimkan bantuan dengan parasut ke Jalur Gaza.

Baca Juga :

Marak Boikot Produk Pro Israel, Danone Indonesia Salurkan Lagi Bantuan Rp 1 M ke Palestina

“Jadi menurut saya titik masuk pertama adalah dengan membuka penyeberangan dan memastikan pasokan berkelanjutan masuk daripada memikirkan skenario ekstrem,” ujarnya, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 14 November 2023.

“Saya tahu Yordania sudah melakukan peluncuran dengan bantuan pesawat. Tapi tentu saja seperti yang bisa anda bayangkan jumlahnya terbatas dan seperti yang saya katakan, secara logistik sangat-sangat menantang,” tambah De Domenico.

Beralih ke pertempuran yang makin intensif di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa selama akhir pekan, dia mengatakan infrastruktur, termasuk tangki air, stasiun oksigen, fasilitas kardiovaskular, dan bangsal bersalin rusak.

“Kami menyerukan semua orang untuk menghormati rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh dijadikan tempat peperangan. Setiap operasi militer di sekitar atau di dalam rumah sakit harus mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan dan melindungi pasien, staf medis, dan warga sipil lainnya,” tegasnya.

“Dan semua tindakan pencegahan harus dilakukan, termasuk peringatan efektif yang mempertimbangkan kemampuan pasien, staf medis, dan warga sipil lainnya untuk mengungsi dengan aman.”

Terakhir, De Domenico mengatakan tidak ada pilihan untuk merelokasi pasien ke tempat yang aman di Gaza.

Pejabat tersebut juga memperingatkan bahwa kehidupan di Gaza sangat memprihatinkan karena menipisnya bahan bakar dan pasokan medis.

Sementara itu, dia memperkirakan, hingga Minggu, 230.000 orang mungkin telah pindah ke bagian selatan Gaza.

Ketika serangan Israel di Jalur Gaza memasuki hari ke-38, setidaknya 11,180 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7,700 anak-anak dan wanita, dan lebih dari 28,200 lainnya terluka, menurut angka terbaru dari otoritas Palestina.

Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja juga telah rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat yang tiada henti dari Israel terhadap wilayah kantong yang terkepung tersebut sejak bulan lalu.

Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel hampir 1.200 orang, setelah Hamas melancarkan serangan di wilayah itu pada 7 Oktober 2023.

Halaman Selanjutnya

“Saya tahu Yordania sudah melakukan peluncuran dengan bantuan pesawat. Tapi tentu saja seperti yang bisa anda bayangkan jumlahnya terbatas dan seperti yang saya katakan, secara logistik sangat-sangat menantang,” tambah De Domenico.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *