Begini Bengisnya AB dan R Aniaya Santri di Jambi hingga Tewas

Minggu, 24 Maret 2024 – 09:08 WIB

Jambi – Airul Harahap di pondok pesantren pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo, Jambi tewas mengenaskan akibat dianiaya oleh seniornya yang berinisial AB dan R. Aparat kepolisian, mengungkapkan aksi penganiayaan keji pelaku kepada korban hingga menyebabkan korban tewas.

Baca Juga :

Cara Polri Pulangkan 2 Perempuan Tersangka Perdagangan Orang Mahasiswa yang Ada di Jerman

Menurut Polisi, Pelaku mengeksekusi korban di lantai tiga pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin. Pelaku menghabisi korban dengan cara memukul seluruh tubuh korban menggunakan kayu dengan panjang 70 cm dan lebar 5,5 cm.

“Cara dilakukan tersangka R dan AB memukul kepala dan rusuk dengan menggunakan tangan, kemudian inisial R memukul paha korban serta kembali memegang korban dan setelah itu pelaku A dengan menggunakan kayu memukul dibagian paha,” kata Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira Sabtu, 23 maret 2024.

Baca Juga :

Sekeluarga Tewas Loncat di Apartemen Punya Bisnis Kapal Ikan, tapi Hancur Gegara COVID-19

Tidak sampai di situ, pelaku A juga memukul rusuk korban, bahu, pipi serta membanting korban ke lantai. Kemudian pelaku menginjak punggung dan kepala korban dengan berulang kali.

Baca Juga :

Terkuak, Ini Isi Obrolan Terakhir Sekeluarga Tewas Lompat di Apartemen dengan Sopir Taksi Online

“Adapun barang bukti yang telah kami amankan, pertama adalah satu helai baju, kain sarung, peci milik korban serta satu buah kawat panjang 100 cm, ada kawat 38 cm, kabel panjang, kayu persegi dengan panjang 70 cm dan lebar 5,5 cm,” ujarnya.

Dari kasus ini, menurut Andri, polisi telah memeriksa 54 orang saksi secara intensif. Satreskrim Polres Tebo juga akan mengembangkan kasus ini dan mencari siapa sosok yang membuat skenario meninggalnya korban.

Baca Juga  Korsel Hancur Lebur di Piala Dunia U-17, Timnas Indonesia Masih Lebih Baik

Sebagaimana diketahui, pada mulanya, korban disebut tewas karena tersengat listrik. Bahkan ada pemeriksaan dari klinik menyebut penyebab meninggalnya pelaku karena tersengat listrik. 

Padahal, jika melihat hasil autopsi, diketahui jelas bahwa korban meninggal karena dianiaya. Oleh karena itu, Polisi akan memeriksa sejumlah pihak yang diduga membuat skenario meninggalnya korban.

“Pihak pesantren dan pihak dokter klinik akan diperiksa dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dan atas kelakuan dua (AR dan b) pelaku terancam 15 tahun penjara,” katanya.

Diketahui, Airul Harahap ditemukan meninggal di lantai tiga pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin, Tebo, Jambi pada hari Selasa, 14 November 2023 antara pukul 17.42 WIB WIB hingga 17.56 WIB. Atas meninggalnya santri ini, pihak orang tua kandung langsung melapor ke pihak kepolisian dan Pengacara terkenal Hotman Paris. 

Halaman Selanjutnya

Sebagaimana diketahui, pada mulanya, korban disebut tewas karena tersengat listrik. Bahkan ada pemeriksaan dari klinik menyebut penyebab meninggalnya pelaku karena tersengat listrik. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *