5 Jenis Makanan Berbahaya untuk Balita, Perhatikan Supaya Anak Tetap Sehat

Kamis, 29 Februari 2024 – 16:00 WIB

Jakarta – Pemberian makanan kepada balita adalah aspek penting dalam perkembangan mereka. Nutrisi yang tepat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Namun, di sisi lain, ada makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan kesehatan balita. 

Baca Juga :

Daftar Harga Pangan 29 Februari 2024: Beras hingga Gula Naik

1. Makanan yang Mengandung Potensi Alergen Tinggi

Baca Juga :

VIral! Seorang Balita Alami Luka Karena Dianiaya Ayah Tiri di Tangerang

Beberapa makanan, seperti kacang-kacangan, telur, susu, gandum, ikan, dan makanan laut, dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa anak. Reaksi alergi dapat bervariasi dari ringan hingga sangat berbahaya, bahkan mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan makanan apa yang diberikan kepada balita, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga.

2. Makanan dengan Kandungan Gula dan Pengawet yang Tinggi

Baca Juga :

Berbahaya, Ini 4 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bareng Apel

Ilustrasi permen atau makanan manis

Ilustrasi permen atau makanan manis

Makanan yang mengandung gula tambahan dan pengawet bukan hanya dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan diabetes, tetapi juga dapat menyebabkan gejala seperti hiperaktifitas pada balita. Permen, minuman bersoda, makanan cepat saji, dan makanan olahan umumnya tinggi gula dan rendah nutrisi. Lebih baik menghindari makanan ini dan memilih alternatif yang lebih sehat.

3. Makanan dengan Potensi Tersedak Tinggi

Berondong jagung (popcorn)

Berondong jagung (popcorn)

Balita rentan tersedak karena ukuran mulut dan tenggorokan mereka yang kecil. Oleh karena itu, makanan yang keras, kecil, atau lengket sebaiknya dihindari. Misalnya, kacang keras, permen, popcorn, dan potongan wortel mentah dapat menjadi bahaya tersedak bagi balita. Selalu pastikan untuk memotong makanan menjadi potongan kecil dan mudah dikunyah sebelum memberikannya kepada anak Anda.

Makanan tinggi lemak jenuh, seperti makanan cepat saji dan makanan olahan yang digoreng dalam minyak yang banyak, tidak hanya dapat menyebabkan obesitas pada balita, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol tinggi di masa depan. Sebaiknya pilihlah makanan yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar, sayuran, dan protein nabati atau hewani yang rendah lemak.

5. Makanan yang Tidak Dapat Dicerna dengan Mudah

Ilustrasi makanan bercitarasa pedas.

Ilustrasi makanan bercitarasa pedas.

Balita memiliki sistem pencernaan yang masih berkembang, sehingga makanan yang sulit dicerna dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Hindari memberikan makanan yang terlalu pedas, berlemak tinggi, atau berserat kasar dalam jumlah besar kepada balita. Sebaliknya, berikan makanan yang mudah dicerna seperti sereal oatmeal, buah-buahan matang, dan sayuran yang lunak.

Halaman Selanjutnya

3. Makanan dengan Potensi Tersedak Tinggi

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *